aku bukan siapa-siapa
hanya alat peneduh kala langit kecewa
dibuka saat badai datang
digenggam erat kala angin menggila.
Namun begitu matahari kembali tersenyum
Aku ditutup rapat-rapat dan dilupakan.
Setelah hujan reda
Aku menjadi basah yang tak lagi berguna
Meneteskan sisa-sisa kehadiranku
Dilantai yang enggan menyambut.
Dibawa dengan malas,
Atau ditinggal entah dimana
Karena siapa sudi menanggung beban
yang tak lagi diperlukan?
Tapi bukankah aku tetap payung?
Bukankah aku tetap ada?
Mengapa hanya berguna
Saat dunia sedang tidak ramah?


Tinggalkan Balasan