Bangkit dari Vakum, Alfa Munayyah Sabet Harapan 4 Cerpen Nasional

Kabar prestasi kembali hadir dari lingkungan CSSMoRA Ma’had Aly Hasyim Asy’ari. Kali ini datang dari Alfa Munayyah, salah satu mahasantri yang berhasil meraih Harapan 4 dalam Lomba Cerpen Nasional yang diselenggarakan secara online oleh Risalah NU PBNU Jakarta dalam rangka memperingati Hari Santri. Lomba yang berlangsung secara daring ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk para penulis muda pesantren dan kampus.

Dalam ajang ini, juara pertama diraih oleh peserta dari Jawa Tengah, sementara Alfa berhasil menempatkan dirinya di posisi Harapan 4—sebuah pencapaian yang membanggakan mengingat ketatnya kompetisi dan nama besar dewan juri yang terlibat. Proses penjurian dilakukan oleh tokoh-tokoh nasional yang sangat berpengaruh dalam dunia literasi pesantren, seperti KH. Husein Muhammad, budayawan NU Dr. Ngatawi al-Zastrow, dan pemimpin redaksi Majalah Risalah NU KH. Musthofa Helmy.

Alfa mengaku bahwa keikutsertaannya dalam lomba ini berawal dari keinginan untuk menambah khazanah pengetahuan tentang literasi serta mencari pengalaman baru. Setelah cukup lama vakum dari perlombaan sejak mulai kuliah, ia merasa bahwa kesempatan ini menjadi pintu awal untuk kembali aktif berkarya. “Alhamdulillah, meskipun belum masuk tiga besar, ini awal yang baik bagi saya,” ujarnya.

Dari perlombaan ini, Alfa mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, sertifikat, dan majalah terbitan panitia. Namun lebih dari itu, ia membawa pulang pelajaran penting tentang konsistensi dan kesungguhan. Ia menyadari bahwa hasil yang diraih akan berbanding lurus dengan kerja keras yang dilakukan. “Mungkin di tahap ini saya belum maksimal, tapi ini jadi pengingat untuk lebih totalitas di kesempatan berikutnya,” tambahnya.

Ketika diminta memberikan pesan kepada para sahabat CSSMoRA lainnya, Alfa hanya memberikan satu kalimat singkat yang sarat makna: “Coba aja dulu.” Bagi dirinya, langkah pertama sering kali menjadi yang paling menentukan. Dengan mencoba, seseorang membuka kesempatan untuk belajar, berkembang, dan menemukan potensi yang mungkin selama ini tidak disadari.

Prestasi Alfa menjadi bukti bahwa literasi tetap menjadi ruang luas bagi santri untuk berkarya dan berkompetisi. Semoga penghargaan ini menjadi pemantik semangat bagi mahasantri lain untuk terus menulis, berani mencoba, dan menapaki jejak-jejak prestasi selanjutnya.

, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *