Akselerasi CSSMoRA Nasional Regional 3 Bagian Selatan 2026, CSSMoRA MAHA Menjadi Tuan Rumah

CSSMoRA MAHA- Dalam rangka ajang kesiapan seluruh mahasantri akhir (akselerasi), CSSMoRA Nasional Regional 3 Bagian Selatan yang mencakup empat perguruan tinggi (MA Hasyim Asy’ari, MA Situbondo, Uinma, Unisma) menggelar kegiatan akselerasi pada hari Ahad, (24/05/2026). Dalam kesempatan kali ini CSSMoRA MAHA dipercaya untuk menjadi tuan rumah acara yang diikuti oleh setiap delegasi dari masing-masing perguruan tinggi tersebut, bertempat di lantai dua gedung MWC NU kecamatan Diwek, Jombang.

Panitia menghadirkan tiga narasumber yang mengusung tema utama: “Empowering Future Leaders: Dari Generasi Berprestasi, Menuju Generasi Penuh Kontribusi”. Pemateri pertama, Derida Ahmad Bil Haq, S.Psi. M.psi, menyampaikan materi berjudul “Dream Mapping”. Pemateri kedua, Dr. Ahmad Ubaydi Hasbillah, M.A.Hum., membawakan materi “Planning Studi Lanjut”. Sementara itu, pemateri terakhir, Syaiful Bahri, S.Sos., M.Si., menyampaikan materi mengenai “Strategi Pengabdian Pesantren dan Masyarakat”.

Pengelola PBSB Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Ust. H. Muhammad Rizki Syahrul Ramadhan, S.H., M.Ag. menyampaikan pesannya dalam sambutan “Tunjukan kepercayaan diri yang tetap berdasarkan kemampuan dan batas-batas etika, bahwa santri tidak hanya jago di kandang, tapi santri juga bisa tampil di luar dan bersaing dengan nonsantri” kemudian ditutup dengan penegasan “Perlu direnungkan pada momen akselerasi ini, bahwa kembali ke tema acara ini, Dari orang-orang yang dinyatakan berprestasi, bisa benar-benar menjadi generasi yang penuh kontribusi” Pungkasnya.

Satu patah kata yang sangat penting sekali untuk dicermati, sebagaimana yang diutarakan oleh Derida Derida Ahmad Bil Haq, S.Psi. M.psi, “Jangan takut kehilangan orang lain tapi takutlah kehilangan dirimu sendiri karena terlalu sibuk membahagiakan orang lain” singkatnya.

Tidak kalah menarik juga pemateri kedua memberikan sebuah jalan bagi teman-teman PBSB bahwa “4 Jalur Masa Depan Alumni PBSB.Satu, Akademisi, Dosen, peneliti, dan guru besar yang mengembangkan ilmu pengetahuan. Dua, Ulama & Penggerak Pesantren, Penjaga turats, pemimpin pesantren, dan penggerak umat. Tiga, Profesional & Birokrat, ASN, diplomat, hakim, auditor, dan pemimpin BUMN. Empat, Entrepreneur Sosial, Wirausahawan yang menggerakkan perubahan sosial secara mandiri.” Ujar Dr. Ahmad Ubaydi Hasbillah, M.A.Hum., pada siang hari.

Masih senada dengan tema, Syaiful Bahri, S.Sos., M.Si. menyatakan “Pesantren mengemban tiga misi utama: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan dukungan yang konsisten, pesantren diharapkan menjadi salah satu penggerak sekaligus daya ungkit bagi perekonomian dan kemajuan masyarakat nasional”.

Pesan-pesan dari seluruh narasumber pada pertemuan tahun 2026 ini menunjukan bahwa kontribusi nyata di lingkungan masyarakat maupun di dalam instansi, begitu dibutuhkan untuk menunjang tolok ukur kesuksesan mahasantri PBSB, khususnya pada angkatan 2022 yang kini berada di akhir masa studi. Hal ini sekaligus menjadi bekal fondasi mengatur mindset yang baik dan benar supaya tidak terjerumus di dalam jalan yang tidak diharapkan ke depanya nanti setelah selesai masa kuliah mereka di jenjang strata satu (S1). Semoga ilmu yang didapatkan dapat bermanfaat serta diimplementasikan dengan baik.

Pewarta: Masruhan
Editor: Ai Nurussaadah

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *