Kategori: Puisi
-

Nasib sang payung
aku bukan siapa-siapa hanya alat peneduh kala langit kecewa dibuka saat badai datang digenggam erat kala angin menggila. Namun begitu matahari kembali tersenyum Aku ditutup rapat-rapat dan dilupakan. Setelah hujan reda Aku menjadi basah yang tak lagi berguna Meneteskan sisa-sisa kehadiranku Dilantai yang enggan menyambut. Dibawa dengan malas, Atau ditinggal entah dimana Karena siapa sudi…
-

Secercah cerita, kelana Renjana
Lahir dari lukanya yang lalu Pergi temui impian satu per satu Lahir dari deritanya yang lalu Bertekad kunjungi tempat-tempat itu
-

CSSMoRA: Rumah Kita
CSSMoRA adalah rumah tanpa tembok Namun hangatnya tak pernah melemah dalam retak. Tempat kita berbagi, tertawa, bahkan kecewa Namun selalu pulih karena rasa percaya
-

Angan gelap di tengah gemerlap pijar
Setetes bulir menapaki kelopak Napas ku tak tertahan Sengguk yang kurasa Tak kuasa ku menahan daksa di atas jiwa
-

SEBERKAS MEMORI
Aku sadar, seharusnya kau tak lagi memicu debar Tatkala namamu tak sengaja kudengar Kau membuatku terjebak Ditengah puing kenangan yang berkarak
-

Kami Punya Berhak
By: Nuril Widad Gaduh sekali bumiPadat dengan kesesuaianBeradu pasal memimpin duniaBerkelakar kian kemariMembawa papan iklan sekedar basa-basi Sekarang,Bising wanita dianggap do’if untuk dihinaBerpacu kekuasaan sesuka hatiDengan mudah menendang emansipasiSerta menolak keras untuk diseimbangi Kita bukan sedang membuka lagiMembaca lembaran abadi perjuangan RA. KartiniKita hidup yang terlahir dari rahim Pertiwi Dengan kesederhanaan aku mengingatTentang betapa perempuan…
