Tag: Cerpen
-

Denpasar: Palimpsest Ingatan
Oleh: Rausyan Fikri Kanzo Mahfi awarde PBSB angkatan 2025 Aku selalu percaya bahwa setiap kota adalah tumpukan rahasia yang ditulis berulang-ulang di atas lembaran yang sama. Para filolog menyebutnya palimpsest: sebuah kondisi di mana teks lama tak pernah benar-benar mati, ia hanya bersembunyi di balik goresan baru, sesekali mengintip untuk mengingatkan keberadaannya. Begitu pula Denpasar…
-

Bangkit dari Vakum, Alfa Munayyah Sabet Harapan 4 Cerpen Nasional
Kabar prestasi kembali hadir dari lingkungan CSSMoRA Ma’had Aly Hasyim Asy’ari. Kali ini datang dari Alfa Munayyah, salah satu mahasantri yang berhasil meraih Harapan 4 dalam Lomba Cerpen Nasional yang diselenggarakan secara online oleh Risalah NU PBNU Jakarta dalam rangka memperingati Hari Santri. Lomba yang berlangsung secara daring ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah…
-

Bisakah kita ulang kembali?
Oleh: Dhion Rahmadi Fajar awarde PBSB angkatan 2025 Malam hari, 20 November, 2040. Gemerlap lampu jalan mulai menerangi tengah kota Azora, disusul bising kendaraan para karyawan dan pekerja kantoran yang sedang pulang menuju rumah mereka masing-masing. Malam itu, Max kembali ke rumah setelah pulang dari tempat kerjanya. “Ayah pulang…”, sapa Max sambil membuka pintu rumah,…
-

HADIAH ULANG TAHUNKU, HILANGNYA SANDALKU
Oleh : Febri Wulanjani awarde PBSB angkatan 2024 Pagi itu, embun masih betah menggantung di ujung-ujung rumput halaman Asrama. Udara segar menyusup di antara bau wangi sabun cuci dari jemuran Mahasantri. Jam menunjukkan pukul 08.10 WIB, dan sekelompok Mahasantri semester dua telah berdiri rapi di depan gerbang pondok. Di antara mereka, faiq, Mahasantri semester dua…
-

Senyum Ibu
By: Nuril Widad ” Nak bangun.. sholat subuh ” teriak ibu di luar pintu. di mana tiap hari molor nggak mau sholat, akhirnya ayah sendiri mendobrak kamarku ” bangun yang mau sholat ” nada galak khas ayah terpaksa aku bangun. waktu itu aku berumur 9 tahun. sekolahpun tiba, aku masih asik nonton TV. cukup…
-

Di Balik Bulan Sucimu
By : Nuril Widad Matahari pagi telah muncul diujung fajar, semboyan angin mulai menyapa pada makhluk alam, kicauan burung mulai membangunkan tumbuh-tumbuhan dan akupun juga terbangun dari kelelapan, cepatku buka mataku dengan penuh semangat berharap sang fajar menyapa, segera ku bersihkan diri dan melaksanakan shalat dhuha untuk bermunajat kepada sang tuhan semata. “nak yang…
